A.
LATAR
BELAKANG
Adam Smith, yang merupakan
pelopor teori ekonomi modern telah menghasilkan salah satu karya yang terkenal
berjudul “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (The
Wealth of Nations) yang terbit pada
tahun 1776 dan merupakan buku pertama yang menggambarkan sejarah perkembangan industri dan perdagangan
di Eropa serta dasar-dasar perkembangan perdagangan bebas dan kapitalisme. Selain itu, dia juga merupakan pelopor sistem
ekonomi kapitalisme yang muncul pada abad XVIII di Eropa yang mulai terkenal
pada abad XIX.
Meski bukan merupakan orang pertama
dalam teori ekonomi, serta banyak gagasan yang terkenal yang benar-benar keluar
dari kepalanya, Namun dialah orang pertama yang membuat teori ekonomi yang
sistematik dan mudah dicerna. Untuk
itulah, maka The Wealth of Nations dikatakan merupakan pangkal tolak dari
penelitian modern politik ekonomi. Salah
satu hasil besar yang disuguhkan buku ini adalah karena ia meluruskan dan
menghalau berbagai anggapan yang menjadi
anutan orang sebelumnya. Dalam Teory of Moral
Sentiments-nya Smith berpendapat kalau simpati dibutuhkan untuk mencapai
hasil yang secara sosial menguntungkan.
Hal inilah yang menarik bagi penulis untuk dapat diaplikasikan dalam
perpustakaan
B. PROFIL
Adam Smith dilahirkan di Kirkcaldy pada
tanggal 5 Juni 1723 yang merupakan seorang filsuf berkebangsaan Skotlandia. Pada saat usianya menginjak empat belas
tahun, ia masuk Universitas
Glasgow. Tiga tahun kemudian, Adam Smith
kemudian melanjutkan ke Oxford dan mendapatkan beasiswa selama 6 tahun. Sekembalinya dari Oxford, ia menjadi dosen
kesusasteraan Inggris, di mana dalam kuliah-kuliahnya ia mengajukan sejumlah
konsep yang lain dari pada yang lain, salah satunya ia mengungkapkan bahwa
Shakespeare bukanlah seorang penulis drama yang baik. Tahun 1751 Adam Smith dipanggil ke Glasgow
untuk memberi kuliah Logika, dan setahun kemudian dia diangkat menjadi profesor
yang kemudian pada tahun 1759 terbitlah bukunya dengan judul Theory of Moral Sentiments yang kemudian
menjadikannya terkenal.
Salah satu karyanya yang terkenal
berjudul “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (The
Wealth of Nations) yang terbit pada
tahun 1776 dan merupakan buku pertama yang menggambarkan sejarah perkembangan industri dan perdagangan
di Eropa serta dasar-dasar perkembangan perdagangan bebas dan kapitalisme. Selain itu, dia juga merupakan pelopor sistem
ekonomi kapitalisme yang muncul pada abad XVIII di Eropa yang mulai terkenal
pada abad XIX.
Meski
bukan merupakan orang pertama dalam teori ekonomi, serta banyak gagasan yang
terkenal yang benar-benar keluar dari kepalanya, Namun dialah orang pertama
yang membuat teori ekonomi yang sistematik dan mudah dicerna. Untuk itulah, maka The Wealth of Nations
dikatakan merupakan pangkal tolak dari penelitian modern politik ekonomi. Salah satu hasil besar yang disuguhkan buku
ini adalah karena ia meluruskan dan menghalau
berbagai anggapan yang menjadi anutan orang sebelumnya.
C. PEMIKIRAN
Dalam buku ini, Smith beradu
pendapat dengan menentang teori lama ekonomi perdagangan yang menekankan arti
penting perlunya negara punya persediaan batangan emas dalam jumlah besar. Selain itu, ia juga menolak pandangan para
physiokrat yang mengatakan bahwa tanah merupakan sumber utama dari nilai. Sebaliknya, Smith menekankan arti pokok yang
paling penting adalah tenaga kerja. Ia
juga menekankan bahwa peningkatan produksi dapat dicapai lewat pembagian kerja
dan ia menyerang habis semua peraturan pemerintah yang usang dan campur tangannya beserta
hambatan-hambatan yang menghalangi perkembangan danperluasan industri.
Ide pokok karya Adam Smith
ini adalah pasar bebas yang bergerak menurut
mekanisme pasar yang secara otomatis dapat memproduksi dan jumlah barang
yang paling disenangi dan diperlukan oleh konsumen. Sebagai contoh, persediaan barang untuk jenis
barang yang diminati berkurang jumlahnya,otomatis harga akan naik, hal ini
jelas akan mendatangkan laba yang besar bagi
produsen. Dampaknya, produsen-produsen
lain tergerak untuk memproduksi barang yang sama. Akibat dari kenaikan produksi ini, otomatis
pula tidak lagi terjadi kekurangan barang.
Selain itu, kenaikan suplai dalam kaitan dengan kompetisi antar perbagai
perusahaan akan cenderung menurunkan harga komoditi pada tingkat harga normal
misal pada ongkos produksinya.
Menurutnya, Tiap orang cenderung mencari keuntungan untuk dirinya,
tetapi dia dituntun oleh “tangan gaib” untuk mencapai tujuan akhir yang bukan
menjadi bagian keinginannya. Untuk mengejar kepentingan dirinya sendiri dia
sering memajukan masyarakat lebih efektif dibanding bila dia benar-benar
bermaksud memajukannya (The Wealth of Nations, BAB IV,pasal II).
Smith percaya pada sistem
perdagangan bebas dan menentang keras harga tinggi. Ia menentang keras ikut campurnya pemerintah
di bidang bisnis dan pasar bebas.
Menurutnya, campur tangan ini hampir senantiasa akan membawa dampak
kemerosotan efisiensi ekonomi dan ujung-ujungnya akan menaikkan harga.
Dalam salah satu bagian
bukunya diungkapkan adanya kritik terhadap konsep-konsep ekonomi kaum
merkantilisme yang merupakan konsekuensi logis dari teori-teori yang
diungkapkannnya sendiri. Menurutnya,
monopoli dan segala akibat yang ditimbulkannya seperti halnya di dalam negeri,
dalam perdagangan antar bangsapun tidak dikehendaki. Kritik mendasar ini diringkas oleh Adam Smith
dengan mengatakan bahwa merkantilisme mengorbankan kepentingan konsumen demi
kepentingan produsen.
Pandangan yang berbeda
ditunjukkan oleh Adam Smith pada kaum Fisiokrat. Dengan kaum ini Adam Smith memiliki banyak
kesamaan. Menurut kaum fisiokrat,
pertanian merupakan satu-satunya sumber kekayaan, hal ini didukung oleh Adam
Smith dengan pendapatnya yang mengatakan bahwa pertanian memang sangat penting,
tetapi industri dan perdagangan juga penting karena sama-sama produktif.
D. PENERAPAN DI DUNIA
PERPUSTAKAAN
Dalam karyanya The Theory of Moral Sentiment (1759) disebutkan ”simpati
adalah kekuatan penggerak di balik masyarakat yang makmur dan dermawan” sedangkan
dalam The Wealth of Nations (1776)
diungkapkan “kepentingan diri menjadi motif
primernya” , hal ini sekilas menunjukkan adanya
perbedaan pandangan menurut Adam Smith sendiri.
Adam Smith memandang
kedua karyanya itu saling melengkapi, sebuah pandangan dunia yang sistematis
tentang masyarakat liberal. Adam Smith percaya bahwa setiap manusia memiliki
keinginan dasar untuk diterima oleh orang lain. Untuk mendapatkan simpati ini, orang akan bertindak sedemikian rupa agar
dihormati dan dihargai. Dalam kehidupan ekonomi, ini berarti kepentingan diri
yang baik, di mana baik pembeli maupun penjual sama-sama mendapatkan keuntungan
dalam transaksi. Lebih jauh, Adam Smith berpendapat bahwa kemajuan ekonomi dan
surplus kekayaan adalah prasyarat bagi simpati dan kedermawanan. Ringkasnya, Adam Smith ingin mengintegrasikan ekonomi
dengan perilaku moral.
Theory of Moral Sentiment ini dapat
diterapkan di dunia perpustakaan. Sebab
dalam teori ini diungkapkan bahwa simpati dibutuhkan untuk mencapai hasil yang secara sosial
menguntungkan. Di perpustakaan, simpati
yang dimaksud adalah sikap dari para pustakawan dalam memperlakukan para
pemustakanya.
Pemustaka yang datang ke perpustakaan, ibarat seorang raja. Mereka harus dilayani dengan sebaik mungkin. Hal ini dapat diartikan, dalam melayani para
pemustaka yang mencari sumber informasi di perpustakaan, seorang pustakawan
haruslah bersikap ramah. Sikap ramah
yang ditunjukkan oleh pustakawan tersebut, tentulah mengundang simpati
tersendiri pada pemustaka. Mereka tentu
akan datang kembali ke perpustakaan, dan bukan tidak mungkin mereka akan
mempromosikan perpustakaan tersebut kepada yang lainnya. Secara tidak langsung, hal ini akan
menguntungkan bagi perpustakaan itu sendiri.
Karena, sebagai sebuah organisasi non profit, perpustakaan harus mencari
cara bagaimana untuk “merayu” para pengambil kebijakan dalam mengucurkan
dananya untuk pengembangan perpustakaan.
Bila perpustakaan tersebut dapat memberikan layanan terbaiknya dan
menarik simpati para pemustakanya, otomatis para pengambil keputusan akan tidak
keberatan dalam mengucurkan dana untuk pengembangan perpustakaan. Bahkan, bukan tidak mungkin, hal ini akan
mengundang pihak lain untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan perpustakaan
yang bersangkutan.
E. KESIMPULAN
Pada dasarnya, ilmu perpustakaan merupakan
ilmu lintas disiplin. Oleh karena itu,
ilmu apapun bisa diterapkan dalam perpustakaan.
Salah satunya adalah teori dari Adam Smith yang merupakan teori dari
ilmu ekonomi. Teori dari Adam Smith yang
dapat diterapkan di perpustakaan ini adalah Theory of Moral Sentiment yang
menngungkapkan bahwa simpati dibutuhkan untuk mencapai hasil yang secara sosial
menguntungkan. Hal ini berarti bahwa
bila pustakawan dapat menarik simpati dari para pemustaka dengan memberikan
layanan terbaiknya, maka hal ini dapat menguntungkan bagi perpustakaan.
F. DAFTAR PUSTAKA
Porina,
Sisca dalam http://siscaporina.blogspot.com/2012/05/biografi-adam-smith.html
diakses pada tanggal 12 Mei 2012
Soule,
George. 2003. Pemikiran Para Pakar
Ekonomi Terkemuka Dari Aristoteles Hingga Keynes. Yogyakarta:Kanisius
Tidak ada komentar:
Posting Komentar