Selasa, 28 Januari 2014

PENERAPAN TEORI ADAM SMITH DI PERPUSTAKAAN

A.   LATAR BELAKANG
Adam Smith, yang merupakan pelopor teori ekonomi modern telah menghasilkan salah satu karya yang terkenal berjudul “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (The Wealth of Nations) yang  terbit pada tahun 1776 dan merupakan buku pertama yang menggambarkan  sejarah perkembangan industri dan perdagangan di Eropa serta dasar-dasar perkembangan perdagangan bebas dan kapitalisme.  Selain itu, dia juga merupakan pelopor sistem ekonomi kapitalisme yang muncul pada abad XVIII di Eropa yang mulai terkenal pada abad XIX.
Meski bukan merupakan orang pertama dalam teori ekonomi, serta banyak gagasan yang terkenal yang benar-benar keluar dari kepalanya, Namun dialah orang pertama yang membuat teori ekonomi yang sistematik dan mudah dicerna.  Untuk itulah, maka The Wealth of Nations dikatakan merupakan pangkal tolak dari penelitian modern politik ekonomi.  Salah satu hasil besar yang disuguhkan buku ini adalah karena ia meluruskan dan menghalau  berbagai anggapan yang menjadi anutan orang sebelumnya.  Dalam Teory of Moral Sentiments-nya Smith berpendapat kalau simpati dibutuhkan untuk mencapai hasil yang secara sosial menguntungkan.  Hal inilah yang menarik bagi penulis untuk dapat diaplikasikan dalam perpustakaan
B.   PROFIL
Adam Smith dilahirkan di Kirkcaldy pada tanggal 5 Juni 1723 yang merupakan seorang filsuf berkebangsaan Skotlandia.  Pada saat usianya menginjak empat belas tahun,   ia masuk Universitas Glasgow.  Tiga tahun kemudian, Adam Smith kemudian melanjutkan ke Oxford dan mendapatkan beasiswa selama 6 tahun.  Sekembalinya dari Oxford, ia menjadi dosen kesusasteraan Inggris, di mana dalam kuliah-kuliahnya ia mengajukan sejumlah konsep yang lain dari pada yang lain, salah satunya ia mengungkapkan bahwa Shakespeare bukanlah seorang penulis drama yang baik.  Tahun 1751 Adam Smith dipanggil ke Glasgow untuk memberi kuliah Logika, dan setahun kemudian dia diangkat menjadi profesor yang kemudian pada tahun 1759 terbitlah bukunya dengan judul Theory of Moral Sentiments yang kemudian menjadikannya terkenal.
Salah satu karyanya yang terkenal berjudul “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (The Wealth of Nations) yang  terbit pada tahun 1776 dan merupakan buku pertama yang menggambarkan  sejarah perkembangan industri dan perdagangan di Eropa serta dasar-dasar perkembangan perdagangan bebas dan kapitalisme.  Selain itu, dia juga merupakan pelopor sistem ekonomi kapitalisme yang muncul pada abad XVIII di Eropa yang mulai terkenal pada abad XIX.
            Meski bukan merupakan orang pertama dalam teori ekonomi, serta banyak gagasan yang terkenal yang benar-benar keluar dari kepalanya, Namun dialah orang pertama yang membuat teori ekonomi yang sistematik dan mudah dicerna.  Untuk itulah, maka The Wealth of Nations dikatakan merupakan pangkal tolak dari penelitian modern politik ekonomi.  Salah satu hasil besar yang disuguhkan buku ini adalah karena ia meluruskan dan menghalau  berbagai anggapan yang menjadi anutan orang sebelumnya. 
C.   PEMIKIRAN
Dalam buku ini, Smith beradu pendapat dengan menentang teori lama ekonomi perdagangan yang menekankan arti penting perlunya negara punya persediaan batangan emas dalam jumlah besar.  Selain itu, ia juga menolak pandangan para physiokrat yang mengatakan bahwa tanah merupakan sumber utama dari nilai.  Sebaliknya, Smith menekankan arti pokok yang paling penting adalah tenaga kerja.  Ia juga menekankan bahwa peningkatan produksi dapat dicapai lewat pembagian kerja dan ia menyerang habis semua peraturan pemerintah  yang usang dan campur tangannya beserta hambatan-hambatan yang menghalangi perkembangan danperluasan industri.
Ide pokok karya Adam Smith ini adalah pasar bebas yang bergerak menurut  mekanisme pasar yang secara otomatis dapat memproduksi dan jumlah barang yang paling disenangi dan diperlukan oleh konsumen.  Sebagai contoh, persediaan barang untuk jenis barang yang diminati berkurang jumlahnya,otomatis harga akan naik, hal ini jelas akan mendatangkan laba yang besar bagi  produsen.  Dampaknya, produsen-produsen lain tergerak untuk memproduksi barang yang sama.  Akibat dari kenaikan produksi ini, otomatis pula tidak lagi terjadi kekurangan barang.  Selain itu, kenaikan suplai dalam kaitan dengan kompetisi antar perbagai perusahaan akan cenderung menurunkan harga komoditi pada tingkat harga normal misal pada ongkos produksinya.  Menurutnya, Tiap orang cenderung mencari keuntungan untuk dirinya, tetapi dia dituntun oleh “tangan gaib” untuk mencapai tujuan akhir yang bukan menjadi bagian keinginannya.  Untuk  mengejar kepentingan dirinya sendiri dia sering memajukan masyarakat lebih efektif dibanding bila dia benar-benar bermaksud memajukannya (The Wealth of Nations, BAB IV,pasal II).
Smith percaya pada sistem perdagangan bebas dan menentang keras harga tinggi.  Ia menentang keras ikut campurnya pemerintah di bidang bisnis dan pasar bebas.  Menurutnya, campur tangan ini hampir senantiasa akan membawa dampak kemerosotan efisiensi ekonomi dan ujung-ujungnya akan menaikkan harga.
Dalam salah satu bagian bukunya diungkapkan adanya kritik terhadap konsep-konsep ekonomi kaum merkantilisme yang merupakan konsekuensi logis dari teori-teori yang diungkapkannnya sendiri.  Menurutnya, monopoli dan segala akibat yang ditimbulkannya seperti halnya di dalam negeri, dalam perdagangan antar bangsapun tidak dikehendaki.  Kritik mendasar ini diringkas oleh Adam Smith dengan mengatakan bahwa merkantilisme mengorbankan kepentingan konsumen demi kepentingan produsen.
Pandangan yang berbeda ditunjukkan oleh Adam Smith pada kaum Fisiokrat.  Dengan kaum ini Adam Smith memiliki banyak kesamaan.  Menurut kaum fisiokrat, pertanian merupakan satu-satunya sumber kekayaan, hal ini didukung oleh Adam Smith dengan pendapatnya yang mengatakan bahwa pertanian memang sangat penting, tetapi industri dan perdagangan juga penting karena sama-sama produktif.
D.   PENERAPAN DI DUNIA PERPUSTAKAAN
Dalam karyanya The Theory of Moral Sentiment (1759) disebutkansimpati adalah kekuatan penggerak di balik masyarakat yang makmur dan dermawan” sedangkan dalam The Wealth of Nations (1776) diungkapkan “kepentingan diri menjadi motif primernya” , hal ini sekilas menunjukkan adanya perbedaan pandangan menurut Adam Smith sendiri.  Adam Smith memandang kedua karyanya itu saling melengkapi, sebuah pandangan dunia yang sistematis tentang masyarakat liberal. Adam Smith percaya bahwa setiap manusia memiliki keinginan dasar untuk diterima oleh orang lain. Untuk mendapatkan simpati ini, orang akan bertindak sedemikian rupa agar dihormati dan dihargai. Dalam kehidupan ekonomi, ini berarti kepentingan diri yang baik, di mana baik pembeli maupun penjual sama-sama mendapatkan keuntungan dalam transaksi. Lebih jauh, Adam Smith berpendapat bahwa kemajuan ekonomi dan surplus kekayaan adalah prasyarat bagi simpati dan kedermawanan. Ringkasnya, Adam Smith ingin mengintegrasikan ekonomi dengan perilaku moral.
Theory of Moral Sentiment ini dapat diterapkan di dunia perpustakaan.  Sebab dalam teori ini diungkapkan bahwa simpati dibutuhkan untuk mencapai hasil yang secara sosial menguntungkan.  Di perpustakaan, simpati yang dimaksud adalah sikap dari para pustakawan dalam memperlakukan para pemustakanya. 
Pemustaka yang datang ke perpustakaan, ibarat seorang raja.  Mereka harus dilayani dengan sebaik mungkin.  Hal ini dapat diartikan, dalam melayani para pemustaka yang mencari sumber informasi di perpustakaan, seorang pustakawan haruslah bersikap ramah.  Sikap ramah yang ditunjukkan oleh pustakawan tersebut, tentulah mengundang simpati tersendiri pada pemustaka.  Mereka tentu akan datang kembali ke perpustakaan, dan bukan tidak mungkin mereka akan mempromosikan perpustakaan tersebut kepada yang lainnya.  Secara tidak langsung, hal ini akan menguntungkan bagi perpustakaan itu sendiri.  Karena, sebagai sebuah organisasi non profit, perpustakaan harus mencari cara bagaimana untuk “merayu” para pengambil kebijakan dalam mengucurkan dananya untuk pengembangan perpustakaan.  Bila perpustakaan tersebut dapat memberikan layanan terbaiknya dan menarik simpati para pemustakanya, otomatis para pengambil keputusan akan tidak keberatan dalam mengucurkan dana untuk pengembangan perpustakaan.  Bahkan, bukan tidak mungkin, hal ini akan mengundang pihak lain untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan perpustakaan yang bersangkutan.
E.   KESIMPULAN
Pada dasarnya, ilmu perpustakaan merupakan ilmu lintas disiplin.  Oleh karena itu, ilmu apapun bisa diterapkan dalam perpustakaan.  Salah satunya adalah teori dari Adam Smith yang merupakan teori dari ilmu ekonomi.  Teori dari Adam Smith yang dapat diterapkan di perpustakaan ini adalah Theory of Moral Sentiment yang menngungkapkan bahwa simpati dibutuhkan untuk mencapai hasil yang secara sosial menguntungkan.  Hal ini berarti bahwa bila pustakawan dapat menarik simpati dari para pemustaka dengan memberikan layanan terbaiknya, maka hal ini dapat menguntungkan bagi perpustakaan.
F.    DAFTAR PUSTAKA
Porina, Sisca dalam http://siscaporina.blogspot.com/2012/05/biografi-adam-smith.html diakses pada tanggal 12 Mei 2012

Soule, George. 2003. Pemikiran Para Pakar Ekonomi Terkemuka Dari Aristoteles Hingga Keynes. Yogyakarta:Kanisius

Tidak ada komentar:

Posting Komentar