Selasa, 30 Desember 2014

Semangat Untuk Maju

Saat itu, tahun 2012, kebetulan aku mendapat tugas dari kantor untuk masuk dalam tim pembinaan terpadu yang dikoordinir oleh Bapermades.  Dalam pembinaan terpadu ini, kami masing-masing anggota tim membina sesuai dengan bidangnya.  Karena perpustakaan masuk ke dalam Pokja II PKK, maka akupun kebagian jatah di Pokja II tersebut.   Salah satu desa yang masuk dalam pembinaan tersebut adalah desa Mudal kecamatan Temanggung.  Saat itu di perpustakaan Kreatif (nama dari perpustakaan desa Mudal), hanya memiliki bahan pustaka bantuan dari PNPM. Melihat semangat para pengelolanya, akhirnya perpustakaan tersebut masuk menjadi salah satu perpustakaan penerima bantuan buku dari dana APBD II tahun anggaran 2013.  Pada tahun 2013 juga, Kantor Arsip,Perpustakaan dan Dokumentasi Kabupaten Temanggung menyebarkan kuisioner sebagai penilaian tahap pertama lomba perpustakaan desa tingkat Kabupaten yang selanjutnya dipilih 10 besar untuk didatangi oleh tim juri dan diadakan penilaian tahap kedua.  Dalam penilaian tahap kedua ini, perpustakaan Kreatif meraih juara Harapan 3.  Namun hal ini tidak mematahkan semangat mereka untuk menjadi lebih baik lagi.  Akhirnya pada tahun 2014 ini, perpustakaan Kreatif meraih juara I dalam lomba yang sama dan berhak mewakili kabupaten Temanggung untuk maju ke lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi Tahun 2015.  Prestasi ini tidak membuat para pengelolanya berbangga diri.  Malah hal ini membuat mereka semakin semangat dalam terus mengembangkan perpustakaan untuk menjadi yang terbaik.  Bukan hanya dukungan dari Perpustakaan Kabupaten saja, namun pihak desa dan PKK pun tidak kalah dalam memberikan dukungan dalam memajukan perpustakaan Kreatif ini.  Pada hari Kamis,25 Desember 2014 kemarin, dalam rangka hari Ibu, perpustakaan Kreatif bekerjasama dengan PKK dan pemerintah desa menyelenggarakan lomba mewarnai untuk siswa TK dan lomba menggambar untuk siswa SD.  Semoga apa yang telah diupayakan oleh perpustakaan Kreatif  dapat menuai hasil di tahun depan

Senin, 22 Desember 2014

Secuil Perhatian Untuk Desa

Perpustakaan desa merupakan perpanjangan tangan dari perpustakaan kabupaten/kota.  Di kabupaten Temanggung, yang jumlah desanya mencapai 290 desa, yang telah meiliki perpustakaan desa sekitar 140 desa.  Dari 140 desa tersebut, hanya sekitar 40 desa yang memiliki perpustakaan desa yang berstatus aktif.  Berdasarkan pemantauan, salah satu penyebab kurang berkembangnya perpustakaan desa tersebut adalah tidak adanya honor untuk pengelola.  Untuk itu, mulai anggaran perubahan tahun 2014, diberikan honor untuk pengelola 15 perpustakaan desa.  Ke 15 perpustakaan desa tersebut dipilih berdasarkan keaktuifan, minat baca, pengelolaan, administrasi, serta peran serta dari desa.  Namun demikian, ke 15 perpustakaan desa tersebut tetap dimonitor dan dievaluasi sewaktu-waktu, karena bila mengalami penurunan, bukan tidak mungkin honor tersebut dialihkan untuk perpustakaan desa lain.  Untuk tahun 2015, alhamdulillah honor tersebut tetap ada.  Memang, sekecil apapun peran dan perhatian dari Perpustakaan Daerah, sedikit banyak akan membangkitkan semangat dari pengelola perpustakaan desa untuk mengembangkan perpustakaannya.

Selasa, 16 Desember 2014

Perjalanan Hidup

Perjalananku sebagai seorang pustakawan bermula pada saaat tahun 2007, saat itu aku mendapat tugas untuk mengikuti diklat fungsional calon pustakawan tingkat ahli di Semarang, lamanya gak tanggung-tanggung, 3 bulan.  Akhirnya, demi sebuah tugas negara (ceile... tugas negara), kutinggalkan keluarga kecilku (kayak mau perang aja).  Saat itu, aku masih buta sama sekali tentang istilah-istilah di perpustakaan, aku gak tau apa itu katalog, apa itu klasifikasi, apa itu call number dan istilah-istilah lainnya.  Baru seminggu aku di sana, malah terkapar dengan sukses di rumah sakit.  Tapi hal itu gak membuat aku mundur.  Akhirnya dengan penuh perjuangan ( sekali-sekali lebay dikit) selesai sudah diklatku.  Namun langkahku untuk menapaki jadi pustakawan masih terbentur oleh golongan.  Saat itu golonganku masih II/d, padahal  syarat yang harus lkupenuhi adalah minimal III/a, akhirnya aku memilih untuk ikut kenaikan pangkat penyesuaian ijazah.  Nasib baik belum berpihak kepadaku, berkasku ditolak oleh BKN Yogya, alasannya Sarjana Ekonomi koq di perpustakaan.  Akhirnya akupun harus bersabar untuk menunggu kenaikan pangkat reguler.    Dan akhirnya pada tahun 2011 aku resmi menyandang predikat sebagai seorang pustakawan (alhamdulillah, sesuatu banget deh).  Ternyata, tugas seorang pustakawan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.  Tapi itu merupakan tantangan bagiku.  Aku sadar, ilmu perpustakaanku masih kurang, untuk itulah mulai tahun 2013 aku resmi menjadi mahasiswi ( ceile... mahasiswi) di Pasca Sarjana UIN Yogyakarta prodi IIS konsentrasi Ilmu Perpustakaan dan Informasi.  Tak terasa sekarang aku dah menempuh semester terakhir teori.  Semoga aku bisa lulus tepat waktu dan bisa menerapkan ilmu yang kuperoleh untuk memajukan dunia perpustakaan.  Satu hal yang kutekankan di sini, aku tidak menyesali pilihanku untuk menjadi pustakawan, tetapi dengan mantap kukatakan "AKU BANGGA MENJADI PUSTAKAWAN"

Senin, 15 Desember 2014

Indahnya Berbagi

FIKT, sebuah forum yang beranggotakan sekelompok kaum perantauan yang berasal dari Temanggung yang bermukim di Jakarta  Setiap tahun forum ini mengadakan aksi sosial di Temanggung yang bertajuk Kadang Peduli. Dalam aksi Kadang Peduli ini, juga terdapat kegiatan peduli kepada perpustakaan.  Untuk tahun 2014 ini, aksi yang diselenggarakan pada tanggal 22 dan 23 November tersebut, terdapat kegiatan peresmian perpustakaan desa Adzkia di desa Danurejo kecamatan Kedu, pemberian bantuan bahan koleksi kepada perpustakaan-perpustakaan desa yang telah didirikan oleh FIKT, peresmian perpustakaan Pondok Pesantren Nida Qur"an di desa TegalsariKecamatan Kedu serta pelatihan pengelola perpustakaan desa dan sekolah yang telah dibentuk oleh FIKT dengan narasumber Dimas Ari dari Wonosobo dan Tasning Hety dari Temanggung ( promosi diri sendiri nih ceritanya). Dalam pelatihan tersebut , selain sharing antara diriku, pengelola perpustakaan dan FIKT, juga ada sharing pengalaman dari Dimas Ari, pengelola TBM Al Bidayah Sapuran Wonosobo.  Sungguh suatu pengalaman yang sangat berharga.  Terimakasih FIKT yang telah peduli kepada perpustakaan.