Perjalananku sebagai seorang pustakawan bermula pada saaat tahun 2007, saat itu aku mendapat tugas untuk mengikuti diklat fungsional calon pustakawan tingkat ahli di Semarang, lamanya gak tanggung-tanggung, 3 bulan. Akhirnya, demi sebuah tugas negara (ceile... tugas negara), kutinggalkan keluarga kecilku (kayak mau perang aja). Saat itu, aku masih buta sama sekali tentang istilah-istilah di perpustakaan, aku gak tau apa itu katalog, apa itu klasifikasi, apa itu call number dan istilah-istilah lainnya. Baru seminggu aku di sana, malah terkapar dengan sukses di rumah sakit. Tapi hal itu gak membuat aku mundur. Akhirnya dengan penuh perjuangan ( sekali-sekali lebay dikit) selesai sudah diklatku. Namun langkahku untuk menapaki jadi pustakawan masih terbentur oleh golongan. Saat itu golonganku masih II/d, padahal syarat yang harus lkupenuhi adalah minimal III/a, akhirnya aku memilih untuk ikut kenaikan pangkat penyesuaian ijazah. Nasib baik belum berpihak kepadaku, berkasku ditolak oleh BKN Yogya, alasannya Sarjana Ekonomi koq di perpustakaan. Akhirnya akupun harus bersabar untuk menunggu kenaikan pangkat reguler. Dan akhirnya pada tahun 2011 aku resmi menyandang predikat sebagai seorang pustakawan (alhamdulillah, sesuatu banget deh). Ternyata, tugas seorang pustakawan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Tapi itu merupakan tantangan bagiku. Aku sadar, ilmu perpustakaanku masih kurang, untuk itulah mulai tahun 2013 aku resmi menjadi mahasiswi ( ceile... mahasiswi) di Pasca Sarjana UIN Yogyakarta prodi IIS konsentrasi Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Tak terasa sekarang aku dah menempuh semester terakhir teori. Semoga aku bisa lulus tepat waktu dan bisa menerapkan ilmu yang kuperoleh untuk memajukan dunia perpustakaan. Satu hal yang kutekankan di sini, aku tidak menyesali pilihanku untuk menjadi pustakawan, tetapi dengan mantap kukatakan "AKU BANGGA MENJADI PUSTAKAWAN"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar